MARUSU, PORTAL-PGRI-MAROS.COM – Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Marusu kembali menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi ke era teknologi. Kali ini, puluhan guru yang tergabung dalam Fase C (kelas 5 dan 6) mengikuti pelatihan intensif bertajuk "Pembelajaran Berbasis Digital AI" yang dipusatkan di PKG Kecamatan Marusu, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Ketua K3S Kecamatan Marusu, Muhammad Anwar, S.Pd., SD., M.Pd. Dalam sambutannya, Anwar menekankan pentingnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) di lingkungan sekolah dasar agar pendidik tidak tertinggal oleh zaman.
"Harapan kami besar, setelah menerima materi ini, para guru bisa langsung mengaplikasikannya di sekolah masing-masing. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi langkah nyata memberi imbas digitalisasi di Marusu," tegas Muhammad Anwar.
Senada dengan itu, Ketua KKG Kecamatan Marusu, Luqman, S.Pd., SD., M.Pd, menyebutkan bahwa program ini merupakan salah satu terobosan luar biasa. Menurutnya, KKG Marusu beruntung bisa menjadi pionir dalam pengimbasan program pembelajaran digital berbasis AI terbaru.
"Kami berharap kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang memudahkan guru dalam menciptakan media pembelajaran. AI bukan untuk menggantikan guru, tapi memberi kemudahan dan efisiensi," ujar Luqman di sela-sela kegiatan.
Sentuhan Praktisi Nasional di Marusu
Hadir sebagai pemateri utama, Ustaz Amal Hasan, yang merupakan Praktisi Google for Education Nasional. Kehadiran pakar di level nasional ini membawa standar baru dalam pelatihan guru di Marusu, terutama dalam pembuatan website dan aplikasi interaktif khusus untuk pembelajaran Fase C.
Antusiasme peserta tampak memuncak saat memasuki sesi demonstrasi dan praktik langsung pemanfaatan Gemini AI. Di bawah bimbingan langsung sang praktisi nasional, para guru diajak membedah berbagai fitur canggih Gemini AI untuk menyusun modul ajar, membuat kuis interaktif, hingga mengelola administrasi kelas secara otomatis.
"Materinya sangat menarik karena dibawakan oleh praktisi yang memang ahli di bidangnya. Kami jadi ambisius untuk segera menerapkan digitalisasi ini di kelas. Banyak hal baru yang kami dapatkan, terutama bagaimana memaksimalkan fitur Gemini AI dalam konteks pembelajaran di SD," ungkap salah seorang peserta.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah di Kecamatan Marusu untuk bertransformasi penuh menuju sekolah berbasis digital, guna melahirkan generasi siswa yang fasih teknologi. (*)