MAKASSAR, PORTAL PGRI MAROS— Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Maros menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Bedah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PGRI Tahun 2026 yang berlangsung pada 12–13 September 2026 di Aerotel Smile Makassar. ( 12/09/2026 )
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pengurus PGRI Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Hendrianti Sabir, M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Maros, Andi Patiroi, S.Pd., M.Si., beserta jajaran pengurus kabupaten. Ketua Panitia Abd. Azis, S.Pd., M.Pd. bersama Sekretaris Panitia Muslimin, S.Pd. mengawal langsung kesiapan teknis pelaksanaan Bimtek ini.

Dalam pemaparan materi bertajuk "Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO): Transformasi & Struktur Tata Kelola Kelembagaan PGRI", Dra. Hj. Hendrianti Sabir, M.Pd. menjelaskan pembaruan penting mengenai perubahan nomenklatur dari Badan Kelengkapan Organisasi menjadi Perangkat Kelengkapan Organisasi (PKO).
"Transformasi ini memperluas peran kelembagaan PGRI. Struktur pengawasan internal yang sebelumnya terdiri dari 4 unsur kini berkembang menjadi 11 unsur PKO untuk merespons perlindungan hukum, kesetaraan gender, unit usaha strategis, hingga inovasi digital," terang Dra. Hj. Hendrianti.
Transformasi Unsur Kelembagaan PGRI:
- Struktur Lama (4 Unsur): Dewan Kehormatan, Dewan Pembina, Dewan Pakar, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
- Struktur Baru / PKO PGRI (11 Unsur):
- Dewan Pakar: Pertimbangan akademis dan kepakaran teknis.
- Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI): Penegakan dan sosialisasi kode etik profesi.
- Asosiasi Profesi & Keahlian Sejenis (APKS): Peningkatan kompetensi pendidik.
- LKBH PGRI: Lembaga Konsultasi & Bantuan Hukum untuk perlindungan guru.
- BPLP PGRI: Badan Pembina Lembaga Pendidikan naungan PGRI.
- Badan Usaha PGRI: Pengelolaan program kemitraan dan unit usaha strategis.
- Perempuan PGRI: Pemberdayaan dan kesetaraan gender.
- PSLCC PGRI: Pusat literasi digital, inovasi pedagogi modern, dan penguatan karakter.
- LKKP PGRI: Lembaga Kajian Kebijakan Pendidikan.
- Badan / Lembaga Khusus
- Satuan / Kelompok Paduan Suara PGRI
Pengurus PGRI Kabupaten Maros, Samsu Alam, S.Pd., M.M., menambahkan bahwa saat ini PGRI Kabupaten Maros telah mengaktifkan 4 PKO di tingkat daerah, yakni LKBH, SLCC, Tanggap Bencana (TABE), dan Angkatan Muda.

Sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Indrajaya, S.Pd., M.Pd. berlangsung dinamis dengan berbagai aspirasi dari para peserta:
- SOP PKO TABE (Tanggap Bencana): Perwakilan PKO TABE Maros, Yusuf, S.Pd., menanyakan standar SOP penanganan sebelum dan sesudah bencana mengingat keaktifan PKO TABE di Maros. Menanggapi hal tersebut, Dra. Hj. Hendrianti Sabir (Ibu Indri) menekankan pentingnya dokumentasi dan evaluasi berkala di tiap aksi sebagai tolok ukur kinerja.
- Perlindungan Hukum Guru: Yusuf juga menyoroti perlunya kepastian hukum bagi guru di daerah. Ibu Indri mengamini masih adanya benturan antara UU Perlindungan Guru dan UU Perlindungan Anak, sehingga diperlukan kajian khusus agar tidak terjadi diskriminasi hukum terhadap pendidik saat menjalankan tugas.
- Program Kerja Angkatan Muda: Ketua Angkatan Muda PGRI Maros memaparkan program kerja yang sedang berjalan, termasuk kemitraan bersama PT Bosowa dalam peningkatan mutu pendidikan di dua desa Kecamatan Bantimurung. Ke depannya, Angkatan Muda akan menggelar Diksar yang melibatkan 2 perwakilan dari 14 cabang PGRI se-Kabupaten Maros.
Kegiatan Bimtek ditutup dengan apresiasi dari Dra. Hj. Hendrianti Sabir atas keaktifan dan komitmen jajaran pengurus PGRI Kabupaten Maros dalam membesarkan organisasi dan mengawal profesionalisme guru di daerah.