MAROS – Suasana duka menyelimuti dunia pendidikan di Kabupaten Maros. Salah satu putra terbaiknya, Muhammad Basri, seorang pendidik senior yang bertugas di UPTD Satuan Pendidikan SDN 138 Inpres Pucak, Kecamatan Tompobulu, dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, pukul 11.30 WITA.
Kondisi kesehatan almarhum diketahui mulai menurun sejak lima hari terakhir. Selama kurun waktu tersebut, beliau tidak dapat menjalankan tugasnya karena mengalami gejala demam serta nyeri di bagian dada dan perut.
Pagi tadi, almarhum sempat berupaya memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, setibanya di rumah setelah dari Puskesmas, kondisi beliau justru terus melemah. Pihak keluarga sebenarnya telah berencana untuk segera merujuk beliau ke Rumah Sakit demi mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Namun, takdir berkata lain. Di tengah persiapan keluarga untuk membawanya ke rumah sakit, Muhammad Basri menghembuskan napas terakhirnya di kediamannya di Dusun Pucak dalam kondisi yang tenang.
Almarhum Muhammad Basri dikenal sebagai sosok guru yang sangat berdedikasi. Mengawali karier sejak tahun 1993, beliau telah mengabdi selama lebih dari 30 tahun bagi kemajuan pendidikan di Tompobulu.
Tak hanya di sekolah, beliau juga merupakan tokoh penggerak yang aktif dalam kegiatan sosial. Masyarakat masih mengenang betul jasa beliau pada Porseni Desa Pucak 2024 lalu, di mana beliau merelakan rumahnya menjadi posko utama dan bekerja dengan tangkas sebagai panitia lokal hingga acara sukses besar.
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi istri, anak-anak, rekan sejawat, serta para siswa yang pernah mendapatkan bimbingannya. Almarhum akan dikenang sebagai pribadi yang lugas, cekatan, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
Segenap keluarga besar pendidikan di Kabupaten Maros turut mendoakan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan.
Selamat Jalan, Bapak Muhammad Basri. Dedikasimu akan selalu abadi.